BBKSDA Jawa Barat bersama Wanadri melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan brainstorming Perburuan Berbasis Konservasi (PBK) pada Rabu, 13 Mei 2026 di ruang rapat utama BBKSDA Jabar. Kegiatan ini menjadi bagian awal dari rangkaian Simulasi PBK yang tercantum dalam kerja sama BBKSDA Jabar dan Wanadri, khususnya pada Rencana Karya Tahunan (RKT) 2025.
FGD dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai pihak, di antaranya BBKSDA Jawa Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, PERBAKIN Pengprov Jabar, PERBAKIN Pengcab Kota Bandung, Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, MUI Jawa Barat, serta Wanadri.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk membahas berbagai aspek terkait konsep Perburuan Berbasis Konservasi, mulai dari regulasi, sosial, teknis lapangan, hingga perspektif konservasi dan pengelolaan kawasan. Melalui pemaparan dari masing-masing pihak, terlihat bahwa PBK merupakan isu yang cukup kompleks dan membutuhkan keterlibatan lintas sektor.
Perburuan di kawasan konservasi, khususnya taman buru, hingga saat ini belum pernah dilaksanakan secara legal sejak kawasan taman buru ditetapkan sekitar tahun 1976, meskipun regulasi telah memberikan ruang untuk pelaksanaannya. Berbagai tantangan seperti koordinasi antar lembaga, prosedur administrasi, hingga birokrasi menjadi hal yang perlu dipahami dan dibahas bersama.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan brainstorming, Simulasi Perburuan Berbasis Konservasi telah dilaksanakan pada 21 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya memahami mekanisme dan tahapan kegiatan secara lebih teknis di lapangan. Kegiatan Simulasi PBK dapat dibaca di artikel Simulasi PBK.
Selanjutnya, seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui agenda evaluasi yang dilaksanakan pada 26 Mei 2026. Tulisan hasil evaluasi dapat dibaca di Evaluasi Simulasi PBK.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat terbangun pemahaman bersama mengenai konsep pengelolaan taman buru yang tetap mengedepankan prinsip konservasi, tata kelola kawasan, serta keterlibatan para pihak secara bertanggung jawab.
