WDPA ID: 555571219
PROFIL KLHK: BBKSDA JABAR
Penunjukan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 528/Kpts/Um/9/74 tanggal 3 September 1974 dengan luas keseluruhan kawasan 1.660 Ha yang terdiri atas cagar alam (CA) seluas 1.290 Ha.
Topografi kawasan ini bergelombang dengan lereng yang terjal 30% – 50%. Berdasarkan klasifikasi dari Schmidt dan Ferguson, iklim pada kawasan ini termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata 2.000 – 3.000 mm/tahun.
Potensi Flora : Puspa (Schima wallichii), Pasang (Quercus sp.), Ki hiur (Castanopsis javanica), Saninten (C. argentea), Jamuju (Podocarpus imbricatus), Rengas (Gluta renghas), Mara (Macaranga tanarius), dan Ki Lemo (Litsea cubeba). Juga ditemui jenis-jenis Harendong (Melastoma polyanthum), Ki panggang (Schefflera grandiflora), Walan (Ficus deltoidea), Pandan hutan (Pandanus sp.) dan Rotan Bubuay (Daemonorops melanochaetes)
Potensi Fauna : Lutung (Presbytis cristata), Surili (Presbytis aygula), Owa jawa (Hylobates moloch), Jalarang (Ratufa bicolor), Macan Tutul (Panthera pardus), Trenggiling (Maniis javanica), Babi Hutan (Sus vitatus), Tupai, (Sciurus sp), Jenis Burung al. Titiran (Geopelia striata), Tekukur (Streptopalta chinensis), Kadanca (Ducula afnea), Alap-alap (Falcon mollocensis), Sesap Madu (Antruptus surgulensis), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), Elang Jawa (Spizateus bartelsi), Kipasan Ekor merah (Riphidura Phoenicura), Puyuh Gonggong (Arborophila javanica), Munguk Loreng (Sitta azuera), Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus), dan Cucak Gunung (Picnonotus bimaculatus).
Potensi Hidrologi : CA dan TWA Gunung Tangkuban Perahu menghasilkan debit air 2,4 m3/detik atau 207.360 m3/hari, dengan kualitas air yang sangat baik (jernih, tidak berbau dengan rasa netral). Sumber air ini dialirkan melalui Sungai Cipanguseupan, Cihaseum, Cikoneng, Cimuja, Ciasem, Cihaji, Cijengkol dan Sungai Cijalu. Daerah Gunung Tangkuban Perahu termasuk dalam wilayah DAS Citarum, Cilamaya, Ciasem dan DAS Cipunagara.
Potensi Wisata :
- Nilai Estetika, berupa landskep hutan pegunungan yang rimbun akan tumbuhan dan pepohonan yang menimbulkan iklim mikro serta gunung yang sering nampak berkabut serta kaldera kawah Gunung Tangkuban Perahu. Selain itu keindahan panorama pegunungan, hutan, dan perkebunan yang terlihat dari puncak Gunung Tangkuban Perahu sangat menawan.
- Nilai Biologis dan pengetahuan, berupa keanekaragaman flora dan fauna dan keadaan kawasan yang digunakan untuk kegiatan penelitian serta adanya stasiun pengamatan aktivitas gunung berapi milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana dan Geologi.
- Nilai Historis, berupa sejarah geologi gunung purba, yaitu Gunung Sunda purba yang setelah meletus sisanya menjadi 3 buah gunung, yaitu Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu dan Bukit Tunggul, serta legenda masyarakat mengenai asal usul Gunung Tangkuban Perahu.
- Potensi yang sudah dijadikan objek daya tarik wisata alam (ODTWA) adalah Kaldera Kawah Gunung Tangkuban Perahu. Kawah-kawah yang dikembangkan menjadi ODTWA yaitu, Kawah Ratu, Kawah Upas dan Kawah Domas.
Aksesbilitas :
Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu dapat dicapai dengan mudah,yakni :
- Dari arah selatan (Kota Bandung) dapat ditempuh dengan jarak 29 km dengan kondisi jalan baik.
- Dari arah Utara (Kota Subang) berjarak 25 km dengan kondisi jalan yang baik.
- Dari arah Barat daya (Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat), melalui Jl. Kolonel Masturi dan masuk ke jalan perkebunan Sukawana dengan kondisi jalan buruk.
- Dari Arah Timur melalui Jalan Raya Bandung – Subang, melalui jalur jalan Perkebunan PTPN VIII Ciater
Sarana dan Prasarana : Pos Jaga (Pondok Kerja) yang berada di Blok Jayagiri, Kendaraan bermotor roda 2 (4 unit), Senjata Api (1 pucuk), Radio komunikasi (2 unit), GPS, Kamera, Binokuler, Jalan akses masuk ke TWA sepanjang 5 km, Pos Tiketing, Masjid, Fasilitas out bound di Jayagiri, Shelter, Toilet, Pusat Informasi dan Pos Keamanan.
Kemitraan : –
Pengusahaan Pariwisata : –
(Diadaptasi: Profil BBKSDA Jabar)
Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu cagar alam di Provinsi Jawa Barat. Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu berdampingan dengan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu yang menjadi objek wisata di Jawa Barat.
Sepanjang sejarahnya, aktivitas yang terjadi di gunung Tangkuban Perahu telah membentuk 13 kawah. Tiga kawah diantaranya populer dijadikan destinasi wisata, yakni Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas. Sementara perincian 13 kawah lengkapnya sebagai berikut: Kawah Upas terdiri dari Kawah Upas (termuda), Kawah Upas (muda), dan Kawah Upas (tua). Kawah Ratu juga terdiri dari Kawah Ratu (1920), Kawah Ratu (muda), dan Kawah Ratu (tua). Kemudian ada kawah baru, Kawah Pangguyanganbadak, Kawah Badak, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, dan Kawah Domas. Gunung Tangkuban Perahu sempat meletus beberapa kali. Orang yang sempat mencatat letusan pertamanya adalah botanis sekaligus geologis bernama Franz Wilhelm Junghuhn. Berdasarkan catatan yang dibuat Junghuhn tahun 1853, catatan pertama tentang letusan Gunung Tangkuban Perahu adalah tahun 1829.
(Sumber: Profil BBKSDA Jabar, Wikipedia.com)
Sekitar Kawasan
- Hutan Lindung blok Gunung Wayang-Sunda (Perhutani)
- Perkebunan Sukawana (PTPN VIII)
- Perkebunan Ciater (PTPN VIII)
Pemerintahan daerah
Kabupaten Bandung Barat
- Kecamatan Lembang
- Kecamatan Parongpong
Kabupaten Subang
- Kecamatan Sagalaherang
- Kecamatan Ciater
Potensi
- Pemandangan alam
- Konservasi flora & fauna
Tekanan
- Pengunduhan kayu bakar, rumput dan tumbuhan (hias)
- Perburuan satwa (burung)
- Akses dan wisata tidak terkendali (offroad dll)
- Kebakaran hutan dan lahan
Pemangkuan
BBKSDA Jabar Bidang 2, Seksi Konservasi Wilayah IV Soreang
Jl. Terusan Kapten Halim. Desa Situ. Kec. Pondok Salam. Purwakarta
