Tentang Macan Tutul Jawa
Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) atau disingkat matulja adalah salah satu satwa yang merupakan predator puncak di banyak lansekap hutan di Jawa. Satwa ini telah hidup sejak ribuan tahun yang lalu dan merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia. Jenis kucing besar ini merupakan satwa endemik pulau Jawa. Artinya dia hanya hidup di bentang geografis tertentu dan tidak ditemukan di lokasi yang lain.
Matulja memiliki dua variasi warna bulu yaitu varias warna gelap yang sering disebut macan kumbang dan varias warna terang yang kita kenal dengan macan tutul. Keduanya merupakan jenis spesies satwa yang sama. Dari kedua induk yang tutul dapat dilahirkan variasi terang maupun gelap. Macan kumbang merupakan matulja yang mengalami melanisme (mutasi genetik yang membuat produksi melanin menjadi sangat berlebihan) tetapi dalam intensitas cahaya tertentu, tetap dapat terlihat pola tutulnya.
Di Indonesia, matulja hanya hidup di Pulau Jawa, Pulau Kangean, dan Pulau Nusakambangan. Sebaran keberadaannya tercatat mulai dari Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten hingga Taman Nasional Alas Purwo di Provinsi Jawa Timur. Sebagian besar hidup dalam kawasan-kawasan hutan konservasi seperti Taman Nasional dan Cagar Alam. Termasuk di Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK), Jawa Barat.

