HomeBlogEventsKolaborasiKonservasiWartaEvaluasi Simulasi Perburuan Berbasis Konservasi (PBK)

Evaluasi Simulasi Perburuan Berbasis Konservasi (PBK)

Setelah sebelumnya dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) PBK pada 13 Mei 2026  dan Simulasi Perburuan Berbasisi Konservasi (PBK) pada 21 Mei 2026 di Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK), rangkaian kegiatan PBK kembali dilanjutkan melalui agenda evaluasi bersama pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan evaluasi ini dihadiri oleh perwakilan BBKSDA Jawa Barat, WANADRI, serta akademisi dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB. Evaluasi dilakukan sebagai ruang diskusi untuk meninjau kembali konsep, tahapan simulasi, aspek regulasi, hingga berbagai tantangan ekologis dan sosial dalam pengelolaan taman buru berbasis konservasi di Indonesia.

Dalam diskusi evaluasi, berbagai pihak menyoroti pentingnya landasan ilmiah dan data ekologis dalam pengelolaan kawasan buru. Perwakilan akademisi ITB menekankan bahwa kawasan konservasi perlu memiliki sistem monitoring yang kuat dan terintegrasi, termasuk melalui pendekatan citizen science atau pelibatan masyarakat dalam pengumpulan data lapangan. 

Selain itu, prinsip kehati-hatian ekologis juga menjadi perhatian utama. Upaya pemulihan populasi dan habitat dinilai harus menjadi prioritas sebelum berbicara mengenai pemanfaatan atau kuota buru. Dalam pembahasan juga disampaikan bahwa penetapan satwa buru harus dilakukan secara ketat berdasarkan kajian ilmiah, termasuk mempertimbangkan struktur populasi seperti usia, jenis kelamin, dan keberadaan individu dominan dalam ekosistem.

Dari sisi pengelolaan kawasan, WANADRI menjelaskan bahwa kegiatan PBK bukan semata mengenai aktivitas berburu, melainkan bagian dari upaya panjang dalam pemulihan populasi rusa di TBMK. Saat ini populasi rusa di habitat alaminya terus mengalami penurunan sehingga diperlukan langkah konservasi yang terukur, mulai dari pemagaran kawasan, pengelolaan habitat, monitoring populasi, hingga penyusunan cetak biru pengelolaan taman buru.

BBKSDA Jawa Barat menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan simulasi PBK yang dinilai memberikan perspektif baru mengenai pengelolaan taman buru di Indonesia. Selama ini kawasan taman buru dinilai belum sepenuhnya berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga kegiatan simulasi menjadi ruang penting untuk membahas kemungkinan pengelolaan yang tetap mengedepankan konservasi, regulasi, dan keterlibatan berbagai pihak.

Kegiatan evaluasi ini sekaligus menutup rangkaian PBK tahun 2026 yang dimulai dari FGD, simulasi lapangan, hingga evaluasi bersama. Meskipun masih terdapat banyak hal yang perlu dikaji dan disempurnakan, kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam membuka ruang dialog mengenai pengelolaan taman buru berbasis konservasi di Indonesia.

Ke depan, berbagai masukan dan rekomendasi dari hasil evaluasi akan menjadi bahan pembelajaran bersama untuk pengembangan konsep taman buru yang lebih terukur, transparan, serta tetap berakar pada prinsip konservasi dan pelestarian alam.

This is a staging environment