Di Kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi banyak dijumpai tanaman bambu, dimana tanaman ini masih merupakan tanaman yang tumbuh secara alami.
Bambu merupakan hasil hutan yang sudah lama diketahui oleh masyarakat dan sudah dimanfaatkan secara turun temurun. Khususnya sebagian masyarakat kampung cicadas pun pemanfaatan bambu sudah di jadikan mata pencaharian. Hanya saja pengambilan bambu secara masif oleh masyarakat masih terus dilakukan, dalam satu minggu bambu yang keluar kawasan bisa sampai 3 mobil pick-up. Oleh karena itu di bentuk kelompok pengrajin bambu, dengan tujuan mengembangkan serta mencari informasi jenis-jenis bambu dan pola pemanfaatan bambu sebagai bahan dasar yang digunakan dalam membuat kerajinan. Maka dilakukanlah pembibitan/persemaian bambu.
Tim wali hutan mengikuti pelatihan / study kepada ahli bambu yang sudah lama mengembangkan bambu dan juga pembibitan nya. Untuk pembibitan dapat dilakukan dengan cara stek, metode bonggol dan metode cabang yang dalam pelaksanaan nya memanfaatkan media tanam yang berada disekitar kita seperti rabuk, pupuk kendang dan sekam bakar.
Program pemberdayaan ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya pengrajin untuk tetap melestarikan potensi lokal bambu yang ada di Kampung Cicadas serta mampu mengembangkan potensi lokal bambu sebagai usaha kerajinan kreatif, Kita dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tersedia di alam dengan sekereatif mungkin dan bisa menjadi barang kerajinan yang bisa dijual atau digunakan oleh diri sendiri
Keberlanjutan program sangat dibutuhkan agar program ini tidak berhenti, maka perlu adanya tindakan nyata dari pihak pihak-pihak terkait. Selain itu, komitmen dari kelompok pengrajin pun sangat dibutuhkan agar terjadi sinergitas dalam pelaksanaan program sehingga program dapat berjalan lancar.
Maka dari itu kami membantu dan berupaya dalam program Persemaian Bambu ini yang akan dijalankan pada tahun 2024 mendatang.
Info selanjutnya ikuti di Persemaian Bambu Masigit Kareumbi
