HomeBlogEventsKonservasiSpeciesWartaInventarisasi Macan Tutul Jawa : Analisa Feses Macan Tutul

Inventarisasi Macan Tutul Jawa : Analisa Feses Macan Tutul

Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) umumnya meninggalkan jejak sebagai bukti kehadirannya, jejak tersebut mencakup tapak kaki, cakaran, feromon spray dan feses. Jejak – jejak ini dapat ditemui di jalur satwa yang dilalui juga oleh manusia di dalam kawasan hutan yang menjadi habitatnya. Setiap keluarga (family) satwa memiliki ciri khas feses tersendiri, terkhusus untuk macan tutul memiliki feses yang berbentuk bolus berdiameter 2-3 cm dan berisi residu berupa tulang dan rambut dari satwa mangsanya. Pada kegiatan Inventarisasi Macan Tutul Jawa di TB. Masigit Kareumbi tahun 2023, dalam seluruh proses pemasangan hingga pengambilan kamera jebak yang telah berlangsung, total ditemukan 19 buah feses. Kotoran ini kemudian dikumpulkan dan dianalisa lebih lanjut. Tujuan dari adanya analisis feses ini adalah mengidentifikasi satwa yang telah dimangsa oleh macan tutul jawa.

Setiap kawasan memiliki ketersediaan satwa mangsa yang berbeda-beda, menyesuaikan kondisi geografis dan ekosistemnya. Analisa feses dapat dilakukan secara makroskopis atau mikroskopis. Secara makroskopis, sisa
tulang ataupun rambut dapat dilihat morfologinya seperti ukuran, bentuk, asal lokasi tulang, hingga warna dan tekstur rambutnya. Dilanjutkan secara mikroskopis menggunakan bantuan mikroskop cahaya untuk melihat pola medula dan kutikula pada rambut karena pola ini dapat membedakan setiap jenis satwa yang dimangsa. Sejauh ini, satwa mangsa yang telah teridentifikasi adalah landak, babi hutan, kukang, rusa jawa dan ayam hutan. Hal ini membuktikan bahwa macan tutul merupakan satwa yang oportunis generalis yang menyesuaikan ketersediaan dan kemudahan dalam memangsa satwanya. 

This is a staging environment