Tanya: Anda memiliki pertanyaan tentang WJCTF?
Jawab: Lihat penjelasan ini, atau hubungi kami.
WALIPOHON FAQ
FREQUENTLY ASKED QUESTION v0.2
TANYA: Apakah Walipohon?
JAWAB: Walipohon adalah program adopsi pohon. Melalui program ini, publik dapat berpartisipasi dalam upaya restorasi kawasan konservasi melalui penanaman pohon.
TANYA: Seperti apa bentuk partisipasinya?
JAWAB: Partisipasi dilakukan dengan cara memberikan biaya asuh. Dimana biaya ini akan digunakan untuk berbagai kegiatan, diantaranya adalah penanaman dan pemeliharaan pohon.
TANYA: Siapa penyelenggaranya?
JAWAB: Penyelenggara kegiatan adalah Tim Manajemen Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK).
TANYA: Bagaimana cara untuk berparitisipasi?
JAWAB: Biaya asuh sebesar Rp. 50.000,- untuk satu batang pohon. Publik dapat mengadopsi berapapun, satu pohon, seratus, seribu atau bahkan lebih. Satu pohon diadopsi oleh banyak orang atau komunitas juga dimungkinkan.
TANYA: Bukankah harga bibit pohon tidak setinggi itu?
JAWAB: Wali Pohon sudah termasuk biaya bibit pohon, menanam dan mengasuh pohon-pohon adopsi tersebut.
TANYA: Mengasuh?
JAWAB: Layaknya bayi, bila kita ingin melihatnya tumbuh besar maka bayi-bayi pohon itu harus diasuh dan dipelihara. Kami memberikan garansi pemeliharaan selama 3 tahun penuh sejak pohon ditanam. Pohon dipelihara dari serangan gulma, cekaman panas pada musim kemarau dan dari naungan yang terlalu gelap. Apabila dalam masa pengasuhan pohon mengalami kematian (seperti layaknya makhluk hidup yang lain) maka kami akan melakukan penanaman ulang yang kami sebut penyulaman.
TANYA: Berapa total pohon yang telah diadopsi hingga saat ini?
JAWAB: Saat ini baru sekitar 200.000 pohon yang memiliki orang tua asuh. Untuk data statistik Walipohon terkini, dapat dilihat di http://walipohon.tbmk.org, bagian fakta.
TANYA: Saya mendapat informasi bahwa program adopsi ini bergaransi 5 tahun?
JAWAB: Pada saat awal 2008-2009 garansi pemeliharaan adalah 5 tahun. Berdasarkan perhitungan dan pengalaman, sejak 2012 kami telah menurunkan garansi pengasuhan menjadi 3 tahun untuk menjaga agar biaya asuh tetap terjangkau. Setelah masa garansi habis, diharapkan pohon bisa mandiri dan tumbuh besar. Dan karena pohon ditanam di dalam kawasan konservasi, maka pohon dijamin oleh Undang-Undang tidak boleh diganggu apalagi ditebang.
TANYA: Saya punya bibit pohon sendiri, apakah saya bisa membawanya dan menanamnya sebagai Walipohon di Masigit Kareumbi?
JAWAB: Para Wali bisa saja membawa pohon sendiri. Namun demikian, menanam di kawasan konservasi tidak seperti menanam di tempat lain. Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan. Salah satu syaratnya, jenis pohon yang ditanam adalah jenis pohon lokal yang asli tanaman hutan/ rimba. Kami sering menyebutnya pohon rimba khas Jawa Barat. Jadi, kalau pohon yang dibawa termasuk jenis-jenis lokal bisa saja kita tanam di kawasan. Konsultasikan terlebih dahulu hal ini kepada kami.
TANYA: Kapan pohon yang saya adopsi akan ditanam?
JAWAB: Masa tanam adalah awal musim hujan. Biasanya, hujan berlangsung mulai dari awal Desember sampai akhir Februari. Musim tanam memang sangat terbatas. Namun demikian, pendaftaran Walipohon bisa dilakukan setiap saat dan penanaman secara simbolis dapat dilakukan kapan saja apabila musim tanam tidak memungkinkan.
TANYA: Berapa minimal pohon yang dapat saya adopsi?
A. Minimal satu pohon. Maksimal tidak ada batasnya. Namun saat ini kapasitas menanam kami maksimal hanya 50.000 batang per musim tanam.
TANYA: Mengapa kapasitas tanamnya terbatas?
JAWAB: Kami menanam menggunakan cara-cara mekanis tradisional yang dikerjakan oleh tenaga kerja manusia. Kami tidak menggunakan peralatan berat ataupun bahan-bahan kimia. Cara ini disebut Pembukaan Lahan Tanam Tanpa Bakar (PLTB). Pekerja tanam semuanya mengandalkan tenaga kerja dari sekitar kawasan hutan yang jumlahnya juga serba terbatas.
TANYA: Saya dengar pohonnya bisa dinamai?
JAWAB: Setiap pohon yang diadopsi dapat diberi nama sesuai dengan keinginan pengadopsinya. Namun demikian di lapangan bukan sesuatu yang praktis untuk memberi papan nama pada setiap pohon. Untuk itu pemberian nama pohon diberikan dalam bentuk sertifikat bagi para pengadopsi. Dengan nomor dan atasnama sertifikat, setiap pengadopsi bisa login melalui control panel di http://walipohon.tbmk.org atau di http://wali.conservation.id untuk mengetahui data pohonnya. Data tersebut antara lain jumlah pohon yang diadopsi, lokasi atau peta pohon dan sampling foto dari area dimana pohon tersebut ditanam.
TANYA: Dimana kami bisa melihat gambar dan foto kegiatan Walipohon?
JAWAB: Untuk foto-foto kegiatan Walipohon dapat diakses melalui blog TBMK di http://kareumbi.wordpress.com
TANYA: Saya tertarik, adakah dokumen yang memuat informasi lebih lanjut?
JAWAB: Silahkan lihat di http://kareumbi.wordpress.com/program/konservasi. Anda bisa mengunduh Kertas Fakta Walipohon (Factsheet).
Update: 31/05/2021
