HomeBlogKonservasiWartaWaspada Gas Metana

Waspada Gas Metana

Gas Metana
Gas Metana
Gas Metana
Gas Metana
Gas Metana
Gas Metana
Gas Metana
Gas Metana

Previous
Next

18 tahun berlalu, sejak ledakan gunung sampah sepanjang 200 meter dan setinggi 60 meter di TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 dini hari, memakan korban 157 orang dan longsorannya menyapu habis dua perkampungan.

Gas metana masih menjadi ancaman yang kalah pamor dari karbon dioksida sebagai sesama gas rumah kaca

Kemampuannya menjebak panas 28-36 kali lipat lebih kuat dari karbon dioksida (1 ton metana setara dengan 28-36 ton karbon dioksida) untuk jangka waktu pertimbangan dampak selama 100 tahun, meningkatkan laju pemanasan global sedemikian cepat dalam sekali lepas, sepertinya tak cukup menggentarkan.

Kendati 60% dari peningkatan konsentrasi metana di atmosfer bumi (terhitung sejak tahun 1750) disebabkan oleh manusia dan segala aktivitasnya; sehari-hari, untuk satu urusan memperlakukan sampah misalnya, sisa makanan yang masih terjebak dalam wadah styrofoam/kertas pembungkus plus plastik, atau feses (tinja) yang dibiarkan terperangkap dalam popok sekali pakai, tetap dapat dengan mudah ditemukan di mana-mana, tanpa terkecuali di hutan-hutan.

Padahal, atas setiap sampah organik dan anorganik yang dibiarkan bercampur hingga mengendap tertumpuk di suatu tempat, potensi bakteri metanogen bersukaria menghasilkan gas metana yang siap meledak/membakar itu selalu ada.

#WestJavaConservation
#WJCTF #KonservasiJawaBarat
#HariPeduliSampahNasional

#KareumbiBebasSampah
#KawasanKonservasiBebasSampah

@yayasan.wanadri
@masigitkareumbi

This is a staging environment