HomeKolaborasiEventInventarisasi Macan Tutul Jawa 2023

Inventarisasi Macan Tutul Jawa 2023

Metodologi

Aksi konservasi pada tahun 2023 terdiri dari 2 kegiatan utama berupa survey, yaitu:

  1. Survey populasi satwa
  2. Survey sosial desa penyangga
 

Pada kegiatan survey populasi dilakukan pengambilan data macan tutul beserta satwa mangsanya dengan menggunakan metode jelajah dan pencarian jejak. Data yang didapat melalui pertemuan langsung, jejak cakaran, tapak kaki ataupun feses dikumpulkan untuk keperluan analisis. Camera trap digunakan sebagai alat bantu utama untuk menangkap foto serta video dari satwa yang melewatinya. Durasi pemasangan camera akan dilakukan selama 3 bulan (Juli – September) dengan proses pengecekan pada 1,5 bulan setelah pemasangan dilakukan. Kamera dipasang saat musim kemarau dengan harapan meningkatkan perjumpaan satwa. Foto/video yang dihasilkan camera trap akan digunakan untuk membantu identifikasi individu macan tutul dan ketersediaan satwa mangsanya. Selain itu, pendataan satwa mangsa juga akan diambil dari sampling feses matulja yang ditemukan yang harapannya masih memiliki residu berupa tulang dan rambut. Feses akan di analisis secara makroskopis untuk melihat morfologi rambut serta sisa tulang yang ada. Feses pun akan di analisis secara mikroskopis nuntuk melihat anatomi rambut berupa medula dan kutikula yang nantinya dapat dibedakan berdasarkan jenisnya.

Pada kegiatan pemetaan sosial dilakukan untuk mendata aktivitas masyarakat dan konflik yang pernah terjadi di desa yang berbatasan langsung dengan  kawasan TBMK. Data sosial akan menjadi masukan untuk analisa program lebih lanjut khususnya yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa macan tutul sebagai satwa yang dilindungi dan perlu dilestarikan.

Upaya Mitigasi

Mitigasi adalah tindakan berkelanjutan yang diambil untuk mengurangi atau menghilangkan suatu risiko.
Karena minimnya data matulja dalam kawasan, sehingga sampai saat ini, upaya yang dilakukan oleh Tim untuk mengurangi risiko konflik antara lain berupa aksi cepat menuju lokasi konflik dan segera mengambil informasi di lapangan sebagai bahan untuk menghasilkan rekomendasi keputusan untuk konflik yang terjadi.
Pada konflik antara rusa jawa dan matulja, diadakan kontrol rutin di sekitar kandang, mencatat temuan konflik, memasang camera trap untuk memantau aktivitas matulja dalam kandang & memasang seng di batang pohon yang menjadi jalan macan tutul memasuki area penangkaran rusa.
 
Keluaran dari kegiatan ini diharapkan menjadi landasan untuk melaksanakan strategi mitigasi konflik matulja dan berbagai kegiatan untuk mengurangi tekanan (threat reduction program), khususnya di TBMK pada masa yang akan datang.
 

Baseline Data

  1. Data jejak, cakaran, pertemuan dan foto/video dari kamera jebak
  2. Data konflik yang melibatkan matulja di TBMK dan sekitarnya
  3. Persepsi masyarakat terhadap matulja dan satwa mangsa

Lokasi

Kegiatan Inventarisasi Macan Tutul Jawa dilakukan di seluruh kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi yang memiliki luasan sebesar 12.420,70 hektar. Kawasan terletak diantara tiga wilayah administratif, yaitu Kab.Bandung, Kab. Garut dan Kab. Sumedang.

Peta kawasan dimuat dalam grid ukuran 2 km x 2 km yang diupayakan sinkron dengan upaya yang dilakukan pada wilayah lainnya di pulau Jawa. Baik yang dilakukan oleh pegiat/ LSM maupun pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kegiatan utama akan dilaksanakan pada Juli – September berupa pemasangan kamera jebak. Paralel dengan kegiatan analisis dan pelaporan pada bulan Oktober 2023.

Keluaran dan Hasil

Keluaran dan hasil dari kegiatan tahun ini direncanakan sebagai berikut:

  1. Identifikasi individu matulja di TBMK dan sebaran populasinya
  2. Daftar satwa mangsa matulja dan gambaran kelimpahannya
  3. Menyediakan dan melengkapi peralatan pendukung bagi keperluan survey populasi satwa
  4. Memetakan desa rawan konflik dan persepsi masyarakat terhadap satwa liar khususnya matulja
  5. Sebagai data dab informasi untuk merancang rencana aksi & mitigasi konflik matulja di TBMK untuk tahun selanjutnya
  6. Mengundang stakeholder pada pertemuan atau seminar untuk memaparkan hasil yang didapat dari kegiatan
  7. Membuat tulisan untuk dimuat pada jurnal ilmiah
  8. Membuat dokumentasi kegiatan dalam format foto dan video untuk keperluan mitigasi konflik

Rencana Anggaran Biaya

  1. Survey populasi Rp. 186.000.000,-
  2. Survey Sosial Rp. 100.000.000,-

Tertarik untuk mendukung atau terlibat dalam kegiatan ini? hubungi project manager. Atau lihat halaman ini.

Mitra Konservasi

  1. PT. BIO FARMA (PERSERO)
  2. Anda? silahkan klik tombol donasi.
This is a staging environment