WDPA ID: 8550
PROFIL KLHK: BBKSDA JABAR
Secara administrasif kawasan hutan burangrang ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 479/Kpts/Um/9/1979 tanggal 2 Agustus 1979 seluas 2.700 Ha.
Informasi Umum Secara geografis kawasan CA Gunung Burangrang terletak antara 107317 – 1073256 Bujur Timur dan 64145 – 64318 Lintang Selatan. Secara administrasi pemerintahan berada pada empat wilayah kecamatan dalam dua kabupaten, yaitu Kecamatan Sagalaherang, Informasi Kawasan Konservasi lingkup BBKSDA Jabar, 2016 Hal. 68. Kabupaten Subang dan Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Bojong dan Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Kawasan ini merupakan daerah pegunungan tinggi. Pada umumnya keadaan lapangan berbukit dengan variasi kelerengan mulai 15%, bergelombang 50%, dan bentuk curam berbatu 35%. dengan ketinggian 1.000 1.500 m dpl. Berdasarkan data dari Stasiun Pengamatan Curah Hujan Wanayasa, curah hujan di kawasan CA Burangrang dan sekitarnya tercatat 5.200 mm/tahun. Menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson termasuk tipe B dengan nilai Q 20-33%. Bulan basah terjadi pada bulan Oktober – Juni, sedangkan bulan kering terjadi pada bulan Juli – September.
Flora : Wareng (Gmelina asiatica), Suren (Toona sureni), Salam (Eugenia polyanta), Katulampa (Elaeocarpus acuminatus), Gelam (Melaleuca leucadendron), Hamerang (Fragea fulva), Mara (Macaranga shirinaidae), dan Dadap (Erythirina hypaporus).
Fauna : Macan tutul (Panthera pardus), Babi hutan (Sus vitasus), Kucing hutan (Felis bengalensis), Trenggiling (Manis javanica), Kera ekor panjang (Macaca fascicularis), Lutung (Tracypithecus auratus), Owa (Hylobates moloch), Surili (Hylobates comata), Biawak (Varanus salvator), Ular welang (Bungarus candidu), Ayam hutan (Gallus gallus), Elang hitam (Ichnaetus malayensis), Raja udang meninting (Alcedo meninting) dan Raja udang (Halcyoncloris palmeri).
Hidrologi : Sungai Cilemper, Cikondang, Cilamaya, Cikahuripan, Cisaladah, Cimalangnengah, Cileungsing, Sungai Cisasarap dsb. Potensi Wisata : Pada blok Cipurut terdapat Air Terjun dengan pemandangan yang menyajikan keindahan alam. Pada blok ini banyak dikunjungi wisatawan terutama wisatawan lokal setempat.
Wisata : Pada blok Cipurut terdapat Air Terjun dengan pemandangan yang menyajikan alam. Pada blok ini banyak
Aksesibilitas : Cagar Alam Gunung Burangrang dapat dicapai dengan mudah dari 3 jalur,yakni :
- Bandung- Purwakarta-Wanayasa ( 80 Km), melalui jalan aspal.
- Bandung-Lembang-Sagalaherang-Wanayasa ( 63 Km), melalui jalan beraspal.
Sarana dan Prasarana : Pos Jaga 1 Unit, Mess Resort 1 Unit, Kendaraan Roda Dua 2 Unit dan Papan Informasi
Kemitraan : –
Pengusahaan Pariwisata : –
——-
(Diadaptasi: Profil BBKSDA Jabar)
Dilihat dari selatan, ronabumi Gunung Burangrang berlembah dalam dengan punggungan yang jarang. Berbeda dengan lereng selatan Gunung Tangkuban parahu yang masih rata. Ronabumi ini menandakan perbedaan umur di antara dua gunung ini. Artinya, umur Gunung Burangrang jauh lebih tua dari Gunung Tangkubanparahu. Lereng gunung yang jarang inilah yang menginspirasi penduduk saat itu untuk menamainya Gunung Burangrang.
Asal kata Burangrang
Nama geografi Burangrang, akar katanya rang, lalu berubah menjadi rangrang yang berarti jarang. Bentukan kata yang berasal dari akar kata rang, yang bermakna jarang, dapat dijumpai dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, seperti: a-rang, ca-rang, ca-rang-cang, ca-rang-ka, ja-rang, rang-ke-bong, nga-rang-rang-an, boeh la-rang, rang-ka, ke-rang-ka, rang-gas, rang-kas, yang semuanya merujuk pada akar kata rang yang berarti jarang.
Dalam bahasa Spanyol, lereng gunung berlembah dalam seperti lereng selatan Gunung Burangrang, dinamai barranco (dibaca barrangko). Istilah ini digunakan untuk menamai lembah yang mirip parit yang dalam, bertebing curam, jurang, ngarai, sebagai hasil erosi dalam waktu yang sangat lama.
Gunung Burangrang dapat dikelompokan ke dalam gunungapi tua, karena wujud gunungnya masih terlihat jelas. Gunung ini pernah meletus, disusul dengan guguran puing yang sangat besar, yang menggerus sebagian tubuhnya, meninggalkan jejak robekan ke arah baratlaut yang dalam.
(Sumber PikiranRakyat.com )
Kabupaten Subang
Kabupaten Purwakarta
Kecamatan Wanayasa
Kecamatan Bojong
Kecamatan Darangdan
Potensi
- Pemandangan alam
- Jalur Pendakian
- Sumber air bersih
- Konservasi flora-fauna asli
- Pengembangan tanaman hias dari flora asli
- Wisata Pendidikan
- Wisata Alam
- Air Terjun
Tekanan
- Perburuan tumbuhan asli
- Perburuan burung dan satwa liar
- Pengunduhan kayu bakar
- Pengambilan rumput untuk ternak
- Akses wisata tidak terkendali dan overtourism
- Kebakaran hutan dan lahan

Pemangkuan
BBKSDA Jabar Bidang 2, Seksi Konservasi Wilayah IV Purwakarta
Jl. Terusan Kapten Halim. Desa Situ. Kec. Pondok Salam. Purwakarta
