HomeBlogKolaborasiKonservasiWaliWartaMenelusuri Keanekaragaman Hayati di Sepanjang Sungai Cigendel

Menelusuri Keanekaragaman Hayati di Sepanjang Sungai Cigendel

Pada 22–23 September 2026, Tim Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBMK) bersama tim dari Kantor Resor Kareumbi Barat melaksanakan pendataan keanekaragaman hayati di sepanjang aliran Sungai Cigendel. Kegiatan selama dua hari satu malam itu bertujuan mendata berbagai jenis flora dan fauna untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi ekosistem di kawasan tersebut.

Tim melakukan pengamatan terhadap beragam kelompok satwa, mulai dari amfibi, reptil, burung, hingga mamalia. Beberapa jenis yang tercatat adalah kodok puru sungai, katak merah, tokek batu, dan kadal kebun. Dalam kelompok burung, tim menemukan beberapa jenis yang dikenal dengan nama lokal, seperti cekakak jawa, sepah gunung, jogjog, dan perenjak. Sementara itu, kelompok mamalia mencakup monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan tupai.

Tim juga mencatat dari hasil pengamatan beragam jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang aliran sungai. Pada kelompok pohon, terdapat sejumlah jenis yang dikenal dengan nama lokal, seperti hamerang bodas, kiara, caringin, hampelas, beunying, saninten, pasang, kileho, salam, dan kiteja. Selain itu, tim juga mencatat tumbuhan herba, di antaranya laja goah, tepus, begonia, jukut teki, dan congkok.

Berbagai jenis tumbuhan perdu juga menjadi bagian dari hasil pendataan, seperti kirinyuh, kaliandra, harendong bulu, pulus, dan suwangkung. Keberagaman catatan flora dan fauna ini memberikan gambaran awal mengenai kekayaan hayati yang terdapat di sekitar Sungai Cigendel.

Berdasarkan hasil pengamatan sementara, temuan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem di sepanjang aliran Sungai Cigendel masih memiliki keanekaragaman hayati yang cukup beragam dan dinilai relatif terjaga. Meski demikian, tim juga mencatat adanya aktivitas wisata masyarakat yang cukup masif, terutama pada hari Sabtu dan Minggu.

This is a staging environment