Kelompok lumut utama, yaitu lumut hati (Marchantiophyta), lumut daun atau lumut sejati (Bryophyta), serta lumut tanduk (Anthocerotophyta) ditemukan Tim Wali Hutan di Kawasan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi. Kegiatan pengambilan sampel lumut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan kelompok lumut di kawasan penelitian.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan fokus utama pada pengambilan sampel, sedangkan pengambilan tambahan dilakukan secara insidental pada saat kegiatan patroli rutin. Pengambilan sampel dilakukan pada beberapa titik lokasi, yaitu sepanjang jalur Pusat Informasi (PI) menuju Tanduk, area sekitar kantin, area sekitar aula, area Camping Ground B, serta di sekitar makam Marsinah. Lumut ditemukan tumbuh pada berbagai substrat, antara lain tanah, batang pohon, batu, dan tembok bangunan toilet. Lumut umumnya tumbuh optimal pada kondisi lembap dengan intensitas cahaya sedang, sebagaimana dijelaskan oleh Glime (2017).
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan pisau dengan cara mengikis lumut dari permukaan substrat tempat tumbuhnya. Sampel yang telah diambil kemudian dimasukkan ke dalam toples sampel untuk menjaga kondisi dan keutuhan lumut sebelum dilakukan proses identifikasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, tim menemukan lumut yang tergolong pada tiga kelompok utama Bryophyta menurut klasifikasi modern (Vanderpoorten & Goffinet, 2009).
- Lumut hati (Marchantiophyta) yang ditemukan umumnya memiliki talus berbentuk pipih dan tumbuh pada tanah atau batu yang lembap. Jenis yang sering dijumpai berasal dari marga Marchantia dan Riccia, yang dikenal sebagai indikator lingkungan lembap (Gradstein et al., 2001).
- Lumut daun atau lumut sejati (Bryophyta) merupakan kelompok yang paling banyak ditemukan di lokasi penelitian. Kelompok ini memiliki struktur menyerupai batang dan daun, dengan jenis-jenis umum seperti Bryum sp., Polytrichum sp., dan Funaria sp., yang mampu tumbuh pada berbagai substrat, termasuk tanah, batang pohon, dan batu (Frahm, 2003).
- Lumut tanduk (Anthocerotophyta) ditemukan dalam jumlah terbatas dan dicirikan oleh sporofit berbentuk menyerupai tanduk. Jenis yang dijumpai umumnya berasal dari marga Anthoceros, yang tumbuh pada tanah lembap dengan cahaya sedang hingga rendah (Vanderpoorten & Goffinet, 2009).
Keberadaan berbagai kelompok dan jenis lumut tersebut menunjukkan bahwa kawasan penelitian memiliki kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bryophyta dan mencerminkan tingkat keanekaragaman lumut yang cukup tinggi. Hingga saat ini tim masih melakukan pendataan.
