Selama tujuh hari penuh, Yayasan Wanadri melalui Wanadri Institute kembali menyelenggarakan Pelatihan Dasar Tim Respons Darurat Air dan Sanitasi (WATSAN Emergency Response Team) Gelombang 2, sebuah rangkaian pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas relawan di bidang air bersih, sanitasi, dan tanggap bencana.
Pelatihan yang berlangsung di Kantor BPBD Jawa Barat ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang, mulai dari mahasiswa, profesional, hingga anggota organisasi kebencanaan. Sejak hari pertama, seluruh peserta langsung diperkenalkan pada prinsip dasar tanggap darurat, pengelolaan air bersih, serta sistem sanitasi di area bencana.
Materi disampaikan oleh para narasumber berpengalaman dari BPBD Jawa Barat, Kementerian Kesehatan, dan Wanadri Institute.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat dalam berbagai simulasi lapangan: mulai dari pengambilan dan pengujian sampel air, instalasi unit pengolahan air cepat, hingga praktik manajemen sanitasi darurat di lokasi bencana.
Selain pembelajaran teknis, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai dasar kemanusiaan dan disiplin organisasi Wanadri: solidaritas, keberanian, dan tanggung jawab sosial. Sesi diskusi kelompok, case study, hingga kegiatan malam memperkuat kebersamaan antar peserta yang berasal dari lintas daerah.
Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat, 10 Oktober 2025, melalui upacara penutupan sederhana namun khidmat. Acara dihadiri oleh Ketua Yayasan Wanadri, dr. Tri Wahyu (Ceu Tri), Ketua Dewan Pengurus Wanadri, Dirga Imam Somantri, dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin. Dalam sambutannya, Bambang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa megathrust dan sesar Lembang serta menyatakan dukungan BPBD dalam penyediaan alat pengolahan air.
Ceu Tri menutup dengan pesan reflektif bahwa pelatihan ini adalah bagian dari langkah besar menuju pembentukan tim relawan kebencanaan Wanadri yang terintegrasi— mencakup Water and Sanitation (WATSAN), Urban Search and Rescue (USAR), Mobile Medical Team (MMT), dan Manajemen Logistik—sebagai kontribusi nyata bagi kemanusiaan.
Dengan semangat kolaborasi dan solidaritas, WATSAN Batch 2 resmi ditutup, meninggalkan pesan kuat bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tentang alat dan prosedur, tetapi tentang kemauan untuk bergerak, berbakti, dan menjaga kehidupan
