Sebanyak 664 batang bibit bambu mati! Data itu diperoleh setelah Tim Wali Hutan melakukan sensus pada Agustus 2025. Tim Wali Hutan bertugas melaksanakan rangkaian kegiatan yang berfokus pada pendampingan, pemantauan, serta perawatan kawasan konservasi.
Kegiatan diawali dengan pengecekan keanekaragaman hayati di area Wali Pohon bersama perwakilan Telkom University. Selain itu, tim melakukan pengunduhan bibit bambu di Rawa Babi yang menghasilkan 2.083 batang, melebihi target awal 2.000 batang.
Perawatan di persemaian juga menjadi prioritas. Tim merawat lebih dari 2.000 bibit bambu dengan menambahkan paranet, menyiram rutin, dan memisahkan bibit yang mati. Patroli rutin di area Wali Hutan terus dilakukan, termasuk penghitungan bibit di lapangan. Ternyata, 664 batang ditemukan mati dan perlu disulam. Sebagai tindak lanjut, tim menanam 13 batang bambu haur kuning di sekitar saung edukasi dan kolam.
Menjelang akhir bulan, tim melakukan uji coba metode baru dengan perendaman bibit menggunakan media Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sebelum ditanam. Tim juga memberi teg tambahan dan penyebaran sekam di area persemaian. Kegiatan itu merupakan upaya untuk meningkatkan keberhasilan tumbuh dan mendukung konservasi bambu.
Secara keseluruhan, aktivitas sepanjang Agustus mencerminkan konsistensi Tim Wali Hutan dalam menjaga ekosistem, meningkatkan kualitas bibit, dan memastikan keberlanjutan fungsi kawasan konservasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.