Pada 5-7 Mei 2025, Yayasan Wanadri melalui Divisi II Lingkungan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Edukasi Konservasi, Pengolahan, dan Pengelolaan Sampah yang berlangsung di Kampus II Wanadri Institute, Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Sumedang. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam menjawab tantangan meningkatnya sampah di kawasan pendakian gunung, terutama di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Kegiatan pelatihan itu didukung oleh BSI Maslahat dan Bank BSI, serta melibatkan puluhan peserta dari berbagai komunitas pencinta alam, pengelola basecamp pendakian, dan organisasi lingkungan di Jawa Barat dan Banten. Tujuan utamanya adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya konservasi dan tata kelola sampah berkelanjutan, serta membentuk jejaring forum komunikasi antar pengelola basecamp.
Selama tiga hari, peserta mendapat berbagai materi yang dikemas secara interaktif, mulai dari urgensi pengelolaan sampah di alam terbuka, metode pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga praktik langsung dalam pemilahan dan pengelolaan limbah di lokasi kegiatan. Tidak hanya itu, peserta juga terlibat dalam simulasi dan studi kasus dari program pendakian minim sampah yang pernah diterapkan di Gunung Kembang Jawa Tengah.
Selain pelatihan, acara juga ditandai dengan terbentuknya Forum Basecamp Zero Waste, sebuah wadah komunikasi dan kolaborasi antarpengelola basecamp untuk mewujudkan pendakian yang lebih ramah lingkungan. Saat itu terpilih Ramdan Septian dari TBGMK sebagai ketua forum dengan pengurus lainnya berasal dari basecamp di Cikuray dan Pulosari.
Meskipun merupakan pelaksanaan perdana, kegiatan ini menuai respons positif dari peserta. Beberapa catatan evaluasi mencakup kebutuhan perbaikan fasilitas, penyesuaian kapasitas ruang, serta pentingnya memperpanjang masa pendaftaran peserta. Meski demikian, komitmen dan antusiasme peserta menandai keberhasilan kegiatan ini sebagai langkah awal yang solid.
Yayasan Wanadri menyampaikan rencana untuk menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala, dengan cakupan peserta yang lebih luas. Pada kegiatan berikutnya semua insan yang terlibat seperti porter, pemandu, dan komunitas pendaki dari berbagai daerah diusahakan ikut serta. Upaya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan kawasan pendakian yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Bagaimanapun, perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. Dengan kerja sama antarakomunitas, lembaga, dan mitra seperti BSI Maslahat, pengelolaan sampah bukan lagi sekadar wacana, tetapi menjadi bagian dari gerakan nyata menjaga kelestarian alam Indonesia.
