HomeBlogKolaborasiTrust FundWartaHampir 20% Bibit Bambu Mati di Persemaian

Hampir 20% Bibit Bambu Mati di Persemaian

Hampir 20 persen bibit tanaman bambu hasil persemaian ternyata mati. Berdasarkan hasil pemantauan tim, tercatat 555 bibit mati dari sebanyak 2.800 bibit yang ditanam. Jumlah bibit yang mati tersebut masih mungkin bertambah karena masih ada 3.500 bibit yang belum dipantau. Setelah perhitungan dan pengecekan secara keseluruhan, tim akan melakukan penggantian bibit mati dan penanaman bibit untuk melengkapi yang kurang pada minggu kedua Mei 2024.

Secara umum, kegiatan persemaian bambu masih terus berjalan. Saat ini kegiatan yang dilakukan di persemaian adalah sebagai berikut: 1) Perawatan bibit rutin; 2) Pemisahan dan penghitungan bibit hidupmati; 3) Pemasangan banner. Kegiatan perawatan rutin dilakukan oleh anggota kelompok. Pemantauan bibit bambu terus dilakukan untuk menghitung jumlah bibit yang hidup dan yang mati. Pemantauan bibit hidup dan mati ini melihat dari tanggal awal pembibitan.

Dalam melaksanakan kegiatan, tim berkoordinasi dengan kelompok mengenai penanaman di batas Kawasan. Dari hasil koordinasi tersebut, muncul saran untuk melakukan penanaman di batas luar kawasan. Selain itu tim juga disarankan untuk berhubungan dengan penyuluh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat untuk pencatatan keberadaan kelompok. Dengan demikian kelompok akan tercatat lengkap dengan dokumen seperti NPWP, rekening kelompok, anggaran dasar, dan rencana kerja.

Sementara itu, Kelompok Amben Pringwangi menjadi wakil Desa Tanjungwangi dalam Kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim). Program berlingkup nasional itu dikembangkan KLHK untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat melaksanakan aksi lokal dalam meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Melalui Proklim, Pemerintah memberikan penghargaan terhadap masyarakat di lokasi tertentu yang telah melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Info selanjutnya dapat diikuti di Persemaian Bambu Masigit Kareumbi. 

 

This is a staging environment