Wali Hutan: Inventarisasi Aktivitas Antropologis dan Persemaian Bambu
Tim Wali Hutan memiliki tugas rutin dalam konteks perlindungan dan pengamanan kawasan yaitu melaksanakan pendataan (inventarisasi) aktivitas antropologis di dalam kawasan hutan […]
Tim Wali Hutan memiliki tugas rutin dalam konteks perlindungan dan pengamanan kawasan yaitu melaksanakan pendataan (inventarisasi) aktivitas antropologis di dalam kawasan hutan konservasi. Beberapa hal penting yang tercatat adalah; keberadaan warga yang memancing, masuknya pemburu bersenapan, pengambilan HHBK seperti kayu bakar, getah pinus, bambu, rumput pakan ternak, rabuk/humus.
Hasil pendataan pada bulan Desember 2023 adalah sebagai berikut: Tim melakukan pendataan selama 21 hari. Dari temuan di lapangan, dapat disimpulkan bahwa tekanan menurun dari bulan sebelumnya. Data rangkuman selama November 2023, antara lain;
a. pemburu sebanyak 19 orang; b. pemancing 4 orang; c. motocross 15 motor; d. offroad mobil 9 mobil; e. getah 208 karung f. rumput 6 mobil dan 6 karung; g. kayu bakar 2 mobil dan 33 karung; h. bambu 2 mobil; i. bambu sapu 20 karung.
Mulai Desember 2023, Tim Wali Hutan menyiapkan program baru yang disebut Bambu Nursery atau Persemaian Bambu. Persemaian atau nursery adalah area untuk memproses benih (atau bagian lain dari tanaman) bambu menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan persemaian menjadi kegiatan yang paling awal dan merupakan kunci pertama dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman.
Banyak warga sekitar kawasan TBMK yang menggantungkan hidupnya dari bambu di dalam kawasan. Secara peraturan perundangan hal ini merupakan pelanggaran dan ancaman terhadap kelestarian kawasan. BBKSDA Jabar dan Wanadri berupaya memikirkan cara untuk menurunkan tekanan terhadap kawasan sembari memberikan alternatif pekerjaan kepada masyarakat sasaran tersebut, tetapi tetap berada pada ranah perbambuan.
Oleh karena itu, tim membantu dan berupaya dalam program Persemaian Bambu ini yang akan dijalankan pada tahun 2024.