Setelah melewati proses seleksi sesuai dengan tahapan aturan panitia; sejak mulai dari perencanaan, perapihan dokumen, pemaparan dan bersaing dengan proposal dari Indonesia […]
Setelah melewati proses seleksi sesuai dengan tahapan aturan panitia; sejak mulai dari perencanaan, perapihan dokumen, pemaparan dan bersaing dengan proposal dari Indonesia maupun dari negara lain, Yayasan Wanadri merupakan salah satu dari tiga proposal ( dua proposal dari negara lain) yang berhasil diterima proposalnya dan mendapatkan grant pembiayaan ICDP dari Seva Grant. Tanggal 5 September, pak Ali Aman, kepala TJSL Indorama bersama ibu Tri Wahyu Murni ketua Yayasan Wanadri menandatangani penyerahan Grant Seva senilai Rp. 244.940.000 kepada Yayasan Wanadri. Penyerahan Grant Seva juga langsung diberikan oleh Bapak SP Lohia, pendiri SP Lohia Foundation dan merupakan generasi kedua penerus pemilik perusahaan Indorama. Indorama merupakan perusahaan industri tekstil, yang sudah lama hadir di Purwakarta sejak tahun 1974 dan merupakan bagian dari Indorama Holding.
Wanadri menghadirkan konsep ICDP (Integration Coastal Development Program) dengan menghadirkan penanaman dan pemeliharaan 2400 bibit mangrove selama 2 tahun, disertai dengan mesin desalinasi kapasitas 5000 liter/hari, serta 10 unit aerator Venjet untuk sistem budidaya silvofishery yang nantinya akan diterapkan di desa Tegalurung, Subang, Jawa Barat. Program ini diusulkan dan dirancang bersama secara intensif oleh tim ICDP Wanadri, Yayasan Wanadri, Venambak serta tim Indorama. Kegiatan penyerahan Grant Seva juga dihadir oleh Jerry (tim ICDP), Febby (ketua divisi lingkungan YW), ceu Tita (wakil ketua YW) serta, Jun (HSE Indorama dan sekaligus anggota Wanadri).