Puluhan pohon pinus di area Camping Ground C tumbang yang diduga akibat terjangan angin kencang pada 4 Maret 2026. Kondisi itu terpantau saat tim melakukan pengecekan lumut air menuju Rawa Babi. Tim menemukan lagi sejumlah pohon tumbang di area Camping Ground C yang belum terdata.
Pada pendataan tanggal 31 Maret 2026, tim mencatat sebanyak 47 pohon pinus tumbang di lokasi tersebut. Keesokan harinya, 1 April 2026, tim kembali menemukan 17 pohon pinus tumbang di area Camping Ground C1 saat kegiatan pengambilan hasil di Rawa Babi. Dengan demikian, sebanyak 64 pohon pinus tumbang di area tersebut.
Sebelumnya, seperti telah dilaporkan pada NP edisi Feb-Maret 2026, angin kencang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik kawasan. Peristiwa tersebut telah merusak pagar rusa serta mengganggu akses beberapa jalur.
Seluruh temuan itu telah dilaporkan kepada Manajemen TBMK dan Resor Kareumbi Barat. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, pohon-pohon tersebut diduga tumbang akibat dampak lanjutan dari kejadian angin kencang pada awal Maret. Kondisi pohon menunjukkan dua tipe kerusakan, yaitu pohon yang tercabut hingga akar serta pohon yang patah pada bagian batang, bahkan sebagian menimpa pohon lainnya.
Mengingat jumlah dan dampaknya yang cukup signifikan, kejadian ini dikategorikan sebagai kejadian istimewa. Resor Kareumbi Barat telah menindaklanjuti dengan pelaksanaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada 8–9 April 2026 sebagai bagian dari proses pendataan dan pelaporan resmi.