HomeBlogKonservasiSpeciesWartaBudi Daya Jamur Janggel Oleh Tim Wali Hutan

Budi Daya Jamur Janggel Oleh Tim Wali Hutan

Tim Wali Hutan akan melakukan kegiatan budi daya jamur jangel dengan memanfaatkan media bonggol jagung sebagai bahan tanam. Pemanfaatan limbah pertanian ini dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan karena mudah diperoleh serta memiliki kandungan serat yang baik untuk pertumbuhan miselium. Biaya budi daya jamur janggel relatif terjangkau, terutama karena bahan baku utama berasal dari sisa jagung.

Secara pertumbuhan, jamur janggel mampu tumbuh dan berkembang dengan baik pada kondisi lingkungan yang lembap dengan suhu ideal berkisar 22–28°C dan kelembapan 70–90%. Pada fase awal, miselium akan menyebar memenuhi media bonggol jagung dalam waktu ±2–3 minggu, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tubuh buah. Apabila kondisi lingkungan terjaga stabil, jamur dapat dipanen dalam waktu sekitar 1–2 bulan setelah inokulasi.

Kegiatan budi daya ini dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan tim, upaya pemanfaatan limbah organik, serta alternatif sumber pangan dan potensi tambahan pendapatan.

Saat ini Tim Wali Hutan telah menyiapkan tempat budi daya (kumbung sederhana), rak penyimpanan media, serta alat dan bahan yang diperlukan. Pemantauan suhu dan kelembapan masih terus dilakukan guna menemukan kondisi yang paling ideal bagi pertumbuhan jamur. Untuk membantu menjaga suhu tetap stabil, digunakan lampu pijar berdaya rendah (5–15 watt) yang berfungsi sebagai sumber panas tambahan pada malam hari atau saat suhu terlalu rendah. Pengawasan rutin dilakukan setiap hari untuk memastikan media tidak terlalu kering maupun terlalu basah sehingga pertumbuhan jamur janggel dapat berlangsung optimal.

This is a staging environment