HomeBlogKolaborasiKonservasiTrust FundWaliWartaPenanaman Mangrove dan Terumbu Karang di Pulau Tidung

Penanaman Mangrove dan Terumbu Karang di Pulau Tidung

Di tengah hantaman ombak dan angin barat pada Senin, 10 November 2025, kegiatan konservasi laut bertajuk Wali Mangrove dan Wali Karang digelar di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara WANADRI, Persatuan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), dan Yayasan Ortopedi Indonesia, bekerja sama dengan Kelompok Pengelola Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM Lestari).

Sebanyak 100 bibit mangrove ditanam di Pulau Tidung Kecil dengan pola Wali Mangrove—rumpun berjarak yang membantu memperkuat garis pantai dan menahan abrasi. Sementara itu, di bawah Jembatan Cinta yang menghubungkan Tidung Besar dan Tidung Kecil, dilakukan transplantasi 100 fragmen karang sebagai bagian dari program Wali Karang. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pelestarian ekosistem pesisir dan pemulihan terumbu karang.

Kepulauan Seribu dikenal sebagai “permata laut” DKI Jakarta. Hanya sekitar 65 km di utara Teluk Jakarta, gugusan 110 pulau ini menyimpan kekayaan ekosistem luar biasa—terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang menjadi rumah bagi ratusan spesies laut, termasuk penyu sisik dan kima raksasa. Selain bernilai ekologis, kawasan ini juga menopang ekonomi dan pariwisata, dengan pendapatan wisata yang mencapai Rp11,7 miliar pada 2023 dan terus dikembangkan menuju konsep wisata berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas profesi ini, semangat konservasi kembali ditegaskan: menjaga laut bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Dari satu bibit mangrove dan satu fragmen karang, tumbuh harapan akan laut yang lebih sehat dan lestari bagi generasi mendatang.

This is a staging environment