Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mendukung program pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Subur Makmur yang dilaksanakan pada 26–27 September […]
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mendukung program pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Subur Makmur yang dilaksanakan pada 26–27 September 2025 di kawasan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK). Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan mengurangi dampak negatif terhadap kawasan konservasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengawasan dan penjagaan hutan.
Pada pelaksanaannya, program tersebut berfokus pada penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi usaha kerajinan bambu. Saat ini KTH Subur Makmur masih melakukan produksi kerajinan bambu secara manual dengan pasar yang terbatas.
Kegiatan program yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
Pengadaan alat produksi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Pembuatan platform daring yang mempermudah akses pasar serta memperluas jangkauan penjualan produk kerajinan bambu.
Pengurangan pembalakan liar dengan menciptakan alternatif ekonomi yang ramah lingkungan bagi masyarakat sekitar kawasan.
Penjenamaan (branding) dan pemasaran digital agar produk-produk kerajinan bambu lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas.
Pelatihan desain dan produksi guna meningkatkan kualitas serta daya saing produk hasil karya kelompok tani.
Dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berupa pendanaan melalui skema community development. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan KTH Subur Makmur serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan TBGMK pada masa depan.