Tim Wali Hutan menemukan hal menarik ketika mendapati jamur Tudung Pengantin (Phallus indusiatus) di Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK). […]
Tim Wali Hutan menemukan hal menarik ketika mendapati jamur Tudung Pengantin (Phallus indusiatus) di Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK). Tudung Pengantin serta tunas muda berwarna mencolok yang tumbuh alami ditemukan saat tim melakukan pendataan tekanan kawasan dan pengambilan data yang berkaitan dengan infiltrasi.
Sementara itu dalam patroli rutin, tim kembali menemukan perusakan dan pemanfaatan hutan secara ilegal masih kerap terjadi. Selama Juni 2025, Tim Wali Hutan mendapatkan temuan berupa tumpukan kayu bakar dan dahan enau (kawung) untuk pembuatan sapu yang diambil tanpa izin. Selain itu, tim juga menemukan sejumlah kerusakan seperti bacokan pada kulit pohon mahoni serta penebangan pohon kopi dan pohon lain yang telah ditandai.
Pada pertengahan bulan, kegiatan tim mulai difokuskan pada pengumpulan dan perawatan bibit bambu. Tim membuat media tanam dengan mencampurkan rabuk dan sekam yang kemudian dimasukkan ke dalam polibag. Hasilnya, pada 24 Juni, sebanyak 180 kantong media tanam berhasil disiapkan.
Selanjutnya, bibit bambu hasil temuan lapangan ditanam ke dalam polibag yang telah disiapkan. Sebanyak 45 batang bibit berhasil ditanam pada 25 Juni 2025. Seluruh proses ini didokumentasikan dalam bentuk video edukatif sebagai bagian dari upaya transparansi dan edukasi konservasi.
Tim juga aktif melakukan pembersihan plang, pencatatan alat kerja, serta pemantauan jalur aktif satwa. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat perlindungan kawasan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga ekosistem tetap seimbang dan berkelanjutan.