HomeBlogKonservasiTrust FundWaliWartaEvaluasi Penanaman Mangrove

Evaluasi Penanaman Mangrove

Tim Mayangan terus berupaya melakukan perbaikan metode penanaman mangrove berkaitan dengan program “Wali Mangrove”. Pada awal 2025 ini, tim melakukan evaluasi atas beberapa kekurangan yang membuat hasil penanaman kurang berjalan efektif dan efisien. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi adalah sebagai berikut:

1. Perlu diperhatikan dalam pemilihan propagul yang akan masuk dalam persemain, karena masih ada propagul yang belum tua tetapi sudah masuk persemaian.

2. Ada risiko stres pada bibit ketika perpindahan dari pembibitan masyarakat ke tempat penanaman dalam penyerapan bibit secara massal.

3. Pemilihan areal tanam harus benar-benar ideal seperti lokasi penanaman PLN Pusharlis dan Elang Rawa yang terlindung dari gelombang dan minim aktivitas perahu karena dangkal.

4. Pemasangan string line sebagai lokasi penanda tanaman pada lokasi lahan yang sering dilalui perahu warga dan pemancing.

5. Metode tanam dan jarak tanam harus mengikuti kaidah seperti yang dilakukan Perhutani, yaitu dengan melakukan penarikan tali terlebih daulu sehingga jarak akan sama. Kemudian, pada saat penanaman akar benar-benar masuk ke tanah dan diikatkan pada ajir.

6. Polybag cukup disayat menggunakan cutter (tidak perlu dilepas) agar tanah tidak berhamburan saat penanaman.

Namun perlu dipikirkan dampak akibat polybag yang ditinggal di lokasi tanam.

7. Penyulaman bisa dilakukan dengan menggunakan propagul langsung diikat pada ajir 2-3 batang.

Setelah mendiskusikan cara-cara perbaikan, tim bersepakat untuk menerapkan hasil tersebut dan berharap penanaman selanjutnya akan berjalan lebih baik. Selanjutnya tim mulai mempersiapkan kegiatan penanaman Wali Mangrove tahun 2025 dan yang tertunda pada tahun sebelumnya. Penundaan penanaman ini terjadi akibat musim baratan dan banjir rob yang melanda wilayah penanaman, khususnya pada akhir 2024.

Penanaman mendatang akan dilakukan untuk wali dari Kompas.com (5.000 pohon), PT Bio Farma (5.000 pohon), dan Seva Grant SP Lohia Foundation (2.400 pohon). Dua senior warga lokal Desa Mayangan yang sudah berpengalaman dalam penanaman mangrove, yaitu Pak Carma dan Abah Carwita akan dilibatkan dalam kegiatan penanaman. Keterlibatan mereka diharapkan dapat menunjang keberhasilan kegiatan penanaman dengan baik walaupun dilakukan pada bulan Ramadhan.

Semoga mangrove yang ditanam akan bertahan dan bertumbuh dengan baik.

This is a staging environment