Pohon-pohon mangrove hasil program Wali Mangrove bertumbuh cukup baik, tinggi dan berdaun rimbun. Kondisi perkembangan pohon-pohon mangrove itu diperoleh dari pengecekan pada […]
Pohon-pohon mangrove hasil program Wali Mangrove bertumbuh cukup baik, tinggi dan berdaun rimbun. Kondisi perkembangan pohon-pohon mangrove itu diperoleh dari pengecekan pada Januari 2025.
Tim Basecamp Mayangan melakukan pengecekan beberapa plot Wali Mangrove yang sudah habis masa garansi (penanaman 2021- 2022). Beberapa plot yang dicek adalah plot Elang Rawa, Yayasan Eretan, Migas Utama Jabar 2022, Migas Hulu Jabar ONWJ, PLN (Persero) Pusharlis, dan plot-plot lain dalam petak yang sama.
Pengecekan juga dilakukan untuk plot Wali Mangrove yang masih memiliki garansi untuk melihat daya hidup serta melakukan penyulaman jika ada yang mati.
Program Wali Mangrove telah berjalan sepuluh tahun, sejak tahun 2015, di Desa Mayangan Kabupaten Subang. Programl ini merupakan komitmen dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung WANADRI untuk melakukan program konservasi di wilayah laut dan pesisir sebagai perluasan program konservasi yang telah berjalan sejak tahun 2008 di Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK), Cicalengka, Jawa Barat.
Sampai saat ini sudah lebih dari 50.000 pohon mangrove teradopsi. Tim Basecamp Mayangan dari WJCTF Wanadri, memiliki sebagai tanggung pegiat program, jawab untuk memelihara pohon selama dua tahun semenjak penanaman. Dalam masa perawatan selama dua tahun pohon, tim memeriksa daya hidup pohon-pohon itu. Jika ada yang mati, kewajiban tim adalah menyulamnya dengan pohon baru agar jumlah pohon yang teradopsi tidak berkurang sampai garansi tersebut habis. Setelah dua tahun biasanya pohon mulai tumbuh tinggi dan sudah bisa bertahan hidup dan frekuensi pengecekan pun berkurang.