HomeBlogKonservasiTrust FundWaliWartaPagar Rusa Masigit Kareumbi Sering Diganggu Tangan Jahil

Pagar Rusa Masigit Kareumbi Sering Diganggu Tangan Jahil

Tim lapangan rutin melakukan kontrol pagar luar pemeliharaan rusa di TBMK seluas 45 hektar. Pada awal tahun 2024 ini, tim Wali Hutan kembali ikut berpatroli dan membantu operasional serta mendata beberapa jenis tekanan yang sepanjang pagar dengan panjang keseluruhan mencapai 3 kilometer. Saat ini dikenal sebagai salah satu pagar terpanjang dan area terluas untuk pemeliharaan rusa jawa di Indonesia.

Tim Wali Hutan membantu pencatatan kondisi area pagar dan mendata pagar-pagar yang memerlukan penguatan. Pendataan terutama dilakukan pada area pagar yang memerlukan angkur besi. Pemasangan angkur besi di area pagar yang goyah perlu dilakukan agar pagar tidak mudah terangkat saat mendapat gangguan hewan maupun manusia. Fokus pemasangan angkur sementara masih di area luar pagar yang berbatasan langsung dengan jalur kontrol. Di area tersebut memang banyak potensi tekanan yang masuk, khususnya anjing liar. Pemasangan angkur di pinggiran kandang 28 ha diprioritaskan karena titik tersebut sangat rentan mendapat gangguan.

Pemasangan angkur juga diproritaskan pada kondisi pagar yang terbuka. Tim melihat pagar yang rusak dan terbuka cukup besar sehingga perlu tindakan yang cepat. Setelah pendataan, tim langsung membenahinya dengan melakukan pemasangan angkur. Ditilik dari kondisinya, kerusakan pada pagar terjadi akibat oknum yang sengaja mengangkat area bawah pagar dengan alasan yang belum diketahui.

Kini, angkur pagar sudah terpasang dan kondisi pagar sudah lebih baik. Pemasangan angkur juga terkendala oleh kondisi tanah yang gembur dan lunak. Pelat angkur yang dipasang kurang kokoh walaupun saat upaya menembus tanahnya relatif lebih mudah. Akibatnya, tim harus berulangkali mencabut dan mencari formasi tanah yang lebih baik untuk menancapkan angkur. Pemasangan memerlukan waktu lebih lama.

Dalam patroli rutin ini, tim hanya mendapatkan sedikit temuan berupa ceceran sampah serta tumpukan ranting dan daun bambu yang terperangkap di sekatan sungai area Batu Sajadah. Banyak daun dan ranting bambu menumpuk sehingga kondisi sekat menjadi terhalang. Kondisi seperti ini memang sudah biasa dan tim melakukan pembersihan secara berkala pada setiap kontrol luar. Setiap turun hujan cukup lebat di Kawasan pasti saja akan terdapat tumpukan daun dan ranting di area tersebut.

Pada tahun ini, tim Manajemen PTBMK Koperasi Wanadri berupaya untuk memperluas pagar karena hal tersebut telah tertera dalam Rencana Karya Tahunan (RKT) dan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) kerja sama antara BBKSDA Jabar dengan Wanadri. (nid)

This is a staging environment