Rabu, 19 Juli 2023 pukul 09.00 WIB di Desa Mayangan, Tim WANADRI, Tim Siput (Siaga Pesisir Utara), Anggota Kelurahan Mayangan, dan Mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung bergabung dalam Program Pengecekan Kondisi dan Pendataan Tanaman Mangrove di Pesisir Pantai Desa Mayangan. Kegiatan itu bertujuan menjaga kesehatan ekosistem mangrove yang sangat penting bagi lingkungan pesisir pantai.
Mangrove adalah tumbuhan unik yang tumbuh di wilayah antara daratan dan laut. Tumbuhan ini berperan sebagai pertahanan alami pesisir, tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, dan menjadi rumah bagi berbagai satwa liar.
Desa Mayangan sendiri dikenal sebagai destinasi pariwisata yang menarik, dengan objek wisata seperti Pulau Burung dan Pondok Bali yang indah. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga ekosistem dan lingkungan lautnya agar tetap lestari. Program pengecekan ini akan menjadi agenda rutin yang melibatkan tim Wali Mangrove WANADRI. Kali ini kegiatan dibantu oleh Tim Siput, tim Desa Mayangan, dan para mahasiswa KKN UIN Bandung yang peduli terhadap konservasi alam.
Tim berkumpul pada pukul 09.00 WIB di Basecamp Desa Mayangan (Rumah Edukasi Mangrove) untuk menentukan lokasi-lokasi pengecekan dan pendataan penanaman mangrove, serta melakukan briefing dan doa sebelum berangkat. Pengecekan dan pendataan kondisi tanaman mangrove dikoordinasikan oleh Kang Mansur (W-1044 ELKA), 6 orang dari Tim Siput, 2 orang dari kelurahan Desa Mayangan, dan 6 mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Desa Mayangan.
Tim berangkat menggunakan tiga perahu mesin yang mengangkut 6 penumpang per perahu. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 30 menit dari Basecamp. Pengecekan meliputi tiga lokasi yang berbeda.
1. Tegalurung Kec. Legonkulon Kab. Subang Jawa Barat Indonesia
Koordinat: -6.227605°, 107.781199°
2. Mayangan Kec. Legonkulon Kab. Subang Jawa Barat Indonesia
Koordinat: -6.227127°, 107.781958°
3. Kecamatan Legonkulon Jawa Barat Indonesia
Koordinat: -6.214796°, 107.783913°
Setelah sampai di lokasi, tim melaksanakan kegiatan pendataan dan pemetaan mangrove yang telah ditanam oleh beberapa instansi. Semua anggota tim yang terlibat ikut serta dalam pendataan jumlah pohon mangrove yang hidup dan mati, serta mencari data-data yang berkaitan dengan pembentukan ekosistem mangrove. Area mangrove juga telah diberi tanda menggunakan teknologi GPS dan pemasangan tanda perbatasan wilayah mangrove. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan dan memastikan keberadaan mangrove tetap terjaga dari gangguan manusia dan alam.
