HomeBlogKonservasiWartaPIAGAM PESISIR DAN PENANAMAN MANGROVE

PIAGAM PESISIR DAN PENANAMAN MANGROVE

Kegiatan penandatanganan komitmen piagam pesisir dalam Diskusi Kelompok Terpimpin (DKT) di kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat (24/06/2022) melibatkan beberapa pihak, yakni pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup Jabar, KLHK dan BRGM), akademisi (dekan FPIK Unpad serta peneliti ITB), kalangan usaha (Biofarma, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), PT Migas Hulu Jabar ONWJ dan Perum Perhutani Divre 3), Kodam Siliwangi, Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Ikatan Arsitek Indonesia, LMDH Legon Wetan, perwakilan masyarakat Desa Mayangan. Piagam juga ditandatangani oleh Staf Ahli Menteri KLHK Sarwono Kusumaatmadja, Ketua Umum PPAD Doni Monardo, serta Yayasan Wanadri. Piagam Pesisir merupakan komitmen berbagai pihak yang mencakup upaya mitigasi dan
adaptasi perubahan iklim di pesisir, meningkatkan tutupan vegetasi mangrove, serta pengelolaan terpadu yang bersifat kolaborasi lintas bidang, profesi dan multipihak.

Komitmen Piagam Pesisir ini berlanjut dengan menghadirkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Subang H. Ruhimat serta perwakilan dari media (Mongabay Indonesia) pada momen acara puncak peringatan lingkungan hidup dan menyambut Hari Mangrove Sedunia yang diselenggarakan pada 30 Juni 2022 di pantai Pondok Bali. Pada hari yang sama juga dilaksanakan serah terima penanaman 5.000 mangrove yang dilakukan bertahap di area Kelola 192 Ha oleh Wanadri dan Perhutani melalui program Wali Mangrove.

Partisipasi dunia usaha pada program Wali Mangrove cukup besar, seperti dari PT Migas Hulu Jabar (1.000 pohon), PT Migas Hulu Jabar ONWJ (1.000 pohon), Bio Farma (1.000 pohon), serta sumbangan pohon melalui Pendidikan Dasar Wanadri 2022 yang meliputi PT Moya Indonesia (800 pohon), PT Chandra Asri Petrochemical (400 pohon), Bank Mandiri (400 pohon), dan PT Rimba Makmur Utama (400 pohon). Tindak lanjut perwujudan komitmen Piagam Pesisir juga dilakukan penandatanganan dua nota kesepahaman masing-masing antara Migas Hulu Jabar dan Bio Farma dengan Yayasan Wanadri berkaitan dengan Wanadri Integrated Coastal Development Program.
Acara semakin semarak dengan kehadiran tim kayak Wanadri yang berkesempatan memperkenalkan olahraga kayak laut dan diharapkan
dapat mendukung pengembangan ekowisata hutan mangrove. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Subang H. Ruhimat, Kepala Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayangnitias berfoto bersama dengan tim kayak Wanadri sebagai simbol penguatan pengembangan kawasan ekowisata di Mayangan. Pengembangan kawasan pesisir terpadu memang sederhana dalam mimpi, tetapi rumit dalam perwujudan. Namun, tidak ada hal yang mustahil diwujudkan asal senantiasa berkolaborasi dan semangat tabah sampai akhir. (cup)

This is a staging environment