HomeBlogConservation RunEventsWartaHet kratermeer Telagabodas bij Garoet

Het kratermeer Telagabodas bij Garoet

Het kratermeer Telagabodas bij Garoet, Jean Demmeni, 1911, KITLV

 

Foto bertarikh tahun 1911 karya Jean Demmeni dengan judul “Danau Kawah Telagabodas dekat Garut” ini menampilkan suasana yang syahdu dan pemandangan danau yang indah. Karena keindahannya inilah, sejak jaman kolonial, Telagabodas sudah dikenal sebagai tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dari eropa.

Orang-orang eropa datang antara lain karena promosi wisata melalui jepretan foto-foto karya Thilly Weissenborn. Salah satu foto menampilkan sebuah perkampungan tradisional budaya Sunda di dekat kaldera, yaitu kampung Papandak dengan latar belakang telaga. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik para wisatawan tersebut untuk mengunjungi Telagabodas.

Papandak bahkan ikut tercantum dalam keputusan pemerintah kolonial tahun 1919, yang menetapkan Telagabodas sebagai Cagar Alam, berikut ini:

Het gedeelte van het in stand te houden wildhoutbosch West-Galoenggoeng, gelegen in het gebied der desa Papandak, district Garoet, afdeeling Garoet, begrensd door de lijn welke de middens der opvolgende grensteekens N.M. 1 tot en met N.M. 24 verbindt, nader op het terrein afgebakend door grensheuvels voorizien van een steen en van de letters N.M doorloopend genummerd van N.M. 1 tot en met N.M. 24;

met bepaling dat dit terreingedeelte voortaan den naam zal dragen “Natuurmonument Telagabodas”

Bagaimana kisah kampung Papandak selanjutnya?

Mari ikut terus cerita dan perjalanan mas Item serta para tim pendukung Conservation Run yang mendampingi dan pelarian solo mas Irwanto: Kang Ciko (W-TL), Kang Defri (W-TOBA) dan Kang Gerry melalui IG @Conservation.Run.

This is a staging environment