Catatan Samping CR2021: CA Junghuhn

Catatan Samping CR2021: CA Junghuhn

Tulisan ini merupakan catatan samping dari event Conservation Run 2021, etape 1B yang menziarahi kawasan Cagar Alam Junghuhn.

Cagar Alam Junghuhn

Saat ini dikenal juga dengan nama Taman Junghuhn, terletak di Desa Jayagiri, Lembang, Bandung Barat. Kawasan ini dapat dikatakan merupakan potret nyata bahwa kawasan konservasi semakin terdesak oleh pemukiman manusia.

Potongan peta tua (1904) yang memperlihatkan Monumen Junghuhn dan kawasan sekitarnya yang masih berupa sawah ladang dengan sedikit permukiman.
Potongan peta tua (1904) yang memperlihatkan Monumen Junghuhn dan kawasan sekitarnya yang masih berupa sawah ladang dengan sedikit permukiman.

 

Dari hasil kunjungan lapangan, CA Junghuhn luasnya sudah sangat menyusut. Papan informasi resmi dari BBKSDA Jabar memperlihatkan kawasan memiliki luasan 2.5 hektar. Namun dari akses foto satelit melalui aplikasi Google Earth yang di overlay dengan data delineasi batas kawasan yang diperoleh dari dua sumber terpercaya (BBKSDA Jabar dan Protected Planet) ditambah juga dengan hasil track pelarian menyusuri batas kawasan tersebut, luasannya saat ini hanya berkisar 0,6 – 0,75 hektar saja.

Overlay potongan peta tua Monumen Junghuhn pada Google Earth memperlihatkan batas-batas kawasannya.

 

Menurut dokumen penetapannya, CA Junghuhn ditetapkan dalam Gouvernment Besluit (GB) No. 6 Staatsblad No. 90 tgl 21 Februari 1919 bersama dengan 24 (duapuluh empat) kawasan Cagar Alam lain yang dahulunya disebut Natuurmonumenten di seluruh Nusantara. Berdasarkan dokumen tersebut, ada 5 kawasan dalam kekuasaan Residen Preanger-Regentschappen (Jawa Barat) , yaitu:

  1. Cagar Alam Takokak, terletak di Desa Pasawahan, kecamatan Sukanegara, Kabupaten Cianjur
  2. Cagar Alam Cigenteng – Cipanji, terletak di Desa Tenjolaya, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung
  3. Cagar Alam Tomo, terletak di hutan jati Congkang (mungkin Congeang), Desa Tomo, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.
  4. Cagar Alam Nusa Gede-Panjalu terletak di Pulau Nusa Gede, Panjalu, Kabupaten Tasikmalaya (sekarang Panjalu masuk dalam Kabupaten Ciamis). Disebut juga Cagar Alam Kooders.
  5. Cagar Alam Junghuhn

Dari kelimanya, ada satu yang saat ini tidak lagi masuk dalam daftar kawasan konservasi yaitu CA Tomo. Tidak diketahui kapan hilangnya CA ini dari daftar kawasan konservasi, mungkin disebabkan luasnya yang hanya 1 hektar (Pandji Yudistira, 2014) menyebabkan CA ini terlupakan.

Khususnya untuk CA Junghuhn, batas-batasnya disebutkan dalam GB tersebut adalah sbb:

het terrein behoorende tot het Junghuhn-monument nabij Lembang, district en afdeeling Bandoeng, waaryan de begrenzing is als volgt: 
ten noorden en ten westen het erfpachtsperceel Junghuhn, staande ten name van den heer G. B. Walter, ten oosten het erfpachtsperceel Goenoeng Poetri en bouwvelden der Inlandsche bevolking, ten zuiden het erfpachtsperceal Junghuhn van den heer Walter vd, bouwvelden der Inlandsche bevolking en voormeld erfpachtsperceel Goenoeng Poetri;

melalui google translate, diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi:

medan milik Tugu Junghuhn dekat Lembang, Kecamatan dan Divisi Bandoeng, batas-batasnya adalah sebagai berikut: di utara dan barat persil sewa panjang Junghuhn, berdiri atas nama Tuan GB Walter, di sebelah timur persil sewa Goenoeng Poetri dan membangun ladang penduduk Pribumi, selatan hak sewa Junghuhn Mr. Walter vd, membangun ladang penduduk Pribumi dan hak sewa yang disebutkan di atas Goenoeng Poetri;

Dapat kita lihat bahwa semua batas-batas tersebut diatas saat ini telah menjadi pemukiman penduduk.

Overlay batas kawasan CA Junghuhn (garis kuning, BBKSDA Jabar 2021) dengan Peta belanda 1904, blad Lembang diatas Google Earth.

 

Gallery Foto CA Junghuhn (2021)