CA Tangkuban Parahu: extend 1 hari

CA Tangkuban Parahu: extend 1 hari

Finish segmen 2 CA. Tangkuban Perahu di Villa Jangkung

 

Setelah terkena hujan di sore hari pada hari pertama dan akhirnya terpaksa flying camp satu malam karena kondisi jalur yang tidak memungkinkan, pelarian hari kedua yang kemudian dalam tulisan ini disebut sebagai segmen 2 akhirnya finish di area HGU PTPN VIII, Desa Arjosari pada sore hari tanggal 03 Oktober . Kondisi kedua pelari sehat wal’afiat dan riang gembira walaupun baru saja melalui jalur maut. Jalur batas kawasan CA yang berupa lembahan dan aliran sungai dengan jarak 3,45 kilometer yang harus ditempuh selama 9 jam. Setidaknya terdapat 6 terjunan sungai yang membuat perjalanan harus melipir lembah sebelum turun kembali ke jalur sungai.

Duri bubuay, rotan dan pacet menambah semarak jalur batas CA yang masih memiliki kerapatan pohon serta vegetasi yang sangat baik dan masih dapat menunjang kehidupan satwa liar. Di sekitar area ini tim menemukan burung elang yang diperkirakan adalah elang jawa (Nisaetus bartelsi) dan kotoran macan tutul (Panthera pardus).

Kondisi vegetasi bawah di jalur sungai khas hutan hujan tropis pegunungan Jawa yang masih terjaga

 

Sepanjang perjalanan sampai finish jalur segmen 1 dan 2, tim tidak bertemu dengan penduduk seorangpun, dan di dalam kawasan CA masih sangat minim intervensi manusia. Ini merupakan hal yang sangat menggembirakan karena seperti kita ketahui nyaris seluruh tekanan terhadap keutuhan kawasan hutan adalah antroposentris. Kegiatan survey melalui lari konservasi ini pun apabila tidak dilakukan dengan hati-hati dapat berpotensi untuk meningkatkan tekanan terhadap kawasan.

Namun sayangnya, menurut penuturan warga yang ditemui, pada kawasan perkebunan yang merupakan kawasan penyangga cagar alam, terdapat penggunaan lahan yang diperkirakan tidak memiliki alas hak yang sudah berjalan cukup lama. Beberapa pohon berukuran besar ditebang, lahan dikuasai kemudian dibuat pondokan dan ditanami berbagai macam tanaman produksi. Kami juga melihat praktik pertanian hortikultura yang sudah naik ke wilayah-wilayah yang sepantasnya tidak ditanami tanaman semusim karena dapat meningkatkan erosi permukaan dan berpotensi longsor.

Demikianlah, kawasan-kawasan konservasi sebagai penyangga kehidupan kita semua memang semakin tertekan dan terancam. Oleh perilaku kita sendiri. Mari kita jaga dan hormati alam.